Ilustrasi kenaikan suku bunga (pexels.com/Picas Joe)
Faktor bunga menjadi salah satu hal yang paling sering dipertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman. Pada aspek ini, P2P dan pinjol juga memiliki perbedaan yang cukup jelas. Suku bunga pada layanan P2P umumnya lebih rendah dan transparan karena telah diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Besaran bunga biasanya berada pada kisaran 12 hingga 30 persen per tahun, tergantung profil risiko peminjam dan kebijakan platform.
Sementara itu, bunga pada beberapa layanan pinjol bisa lebih bervariasi tergantung kebijakan perusahaan. Karena itu, kamu perlu membaca seluruh informasi terkait biaya, bunga, dan denda sebelum mengajukan pinjaman agar tidak mengalami kendala di kemudian hari. Selain bunga, perhatikan juga legalitas platform yang digunakan. Pastikan layanan tersebut telah terdaftar atau berizin dari OJK sehingga keamanan transaksi dan perlindungan konsumen lebih terjamin.
Meskipun sama-sama menyediakan layanan pinjaman berbasis online, P2P dan pinjol memiliki perbedaan dari sisi sumber dana, fungsi platform, tujuan penggunaan, hingga mekanisme bunga yang diterapkan. Jika kamu membutuhkan modal usaha atau pembiayaan produktif, layanan P2P bisa menjadi pilihan yang menarik.
Namun jika membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan pribadi, pinjol dapat menjadi alternatif selama digunakan secara bijak dan melalui platform yang legal. Sebelum mengajukan pinjaman apa pun, pastikan kamu memahami seluruh syarat, bunga, serta risiko yang ada. Dengan begitu, kamu dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih aman dan sesuai kebutuhan.