Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Prinsip Finansial yang Perlu Dipahami Gen Z Sebelum Usia 30
ilustrasi seorang wanita dan uang (pexels.com/Kaboompics)
  • Gaji besar tidak otomatis membuat kaya; sisihkan kenaikan penghasilan untuk tabungan, dana darurat, atau investasi agar pengeluaran tidak terus mengikuti gaya hidup.
  • Mulai menabung dan berinvestasi rutin sejak dini memberi waktu bagi efek compound interest, dengan pilihan produk yang sesuai tujuan, kemampuan, dan toleransi risiko.
  • Gunakan utang secara terukur, tingkatkan keterampilan untuk memperbesar penghasilan, serta tetapkan tujuan finansial berdasarkan kondisi pribadi, bukan perbandingan di media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Usia 20-an umumnya menjadi masa ketika kita mulai memperoleh penghasilan sendiri dan belajar mengatur uang. Di periode ini, keputusan finansial yang terlihat kecil bisa memengaruhi kondisi keuangan dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, membangun kebiasaan yang sehat sejak awal dapat menjadi bekal ketika kebutuhan dan tanggung jawab mulai bertambah.

Tidak harus memiliki banyak uang untuk mulai memperbaiki kondisi finansial. Kita perlu memahami cara menggunakan penghasilan, mengelola utang, dan mempersiapkan masa depan sesuai kemampuan. Beberapa prinsip berikut bisa menjadi dasar agar kita tidak hanya mengejar penghasilan, tetapi juga membangun kondisi keuangan yang lebih kuat.

1. Penghasilan besar tidak menjamin kekayaan

ilustrasi mengelola gaji (pexels.com/Yan Krukau)

Gaji yang tinggi memang memberikan ruang finansial lebih besar, tetapi tidak otomatis membuat seseorang menjadi kaya. Jika sebagian besar penghasilan selalu habis untuk gaya hidup, jumlah uang yang tersisa untuk ditabung atau diinvestasikan bisa tetap kecil. Karena itu, kondisi keuangan sebaiknya tidak hanya dinilai dari berapa banyak uang yang masuk setiap bulan.

Kemampuan menyimpan dan mengembangkan sebagian penghasilan juga memiliki peran penting. Ketika pendapatan meningkat, kita bisa mempertahankan sebagian kenaikan tersebut untuk tabungan, dana darurat, atau investasi daripada langsung menaikkan semua pengeluaran. Kebiasaan ini membantu mencegah lifestyle inflation, yaitu kondisi ketika pengeluaran ikut meningkat setiap kali penghasilan bertambah.

2. Waktu adalah aset paling berharga

ilustrasi uang dan waktu (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Dalam keuangan, waktu dapat membantu uang berkembang melalui efek compound interest. Semakin panjang periode kita menabung atau berinvestasi, semakin banyak waktu yang tersedia bagi hasil investasi untuk ikut menghasilkan keuntungan. Namun, hasil investasi tetap bergantung pada jenis aset, tingkat keuntungan, biaya, dan risikonya.

Karena itu, kita tidak perlu menunggu memiliki penghasilan sangat besar untuk mulai belajar mengelola uang. Menyisihkan nominal kecil secara rutin dapat menjadi latihan untuk membangun kebiasaan finansial sekaligus memberi pengalaman memahami berbagai instrumen investasi. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk sesuai tujuan, kemampuan, dan tingkat risiko yang bisa kita terima.

3. Utang perlu digunakan dengan bijak

ilustrasi uang dan kredit (freepik.com/rawpixel)

Utang tidak selalu menjadi sesuatu yang buruk karena dalam kondisi tertentu dapat membantu seseorang membeli kebutuhan penting atau mengembangkan usaha. Masalah muncul ketika jumlah cicilan terlalu besar dibandingkan kemampuan membayar. Semakin besar kewajiban bulanan, semakin sedikit ruang yang tersisa untuk menabung, berinvestasi, atau menghadapi kebutuhan tidak terduga.

Sebelum mengambil utang, kita perlu memahami bunga, biaya tambahan, jangka waktu pembayaran, dan total kewajiban yang harus dilunasi. Utang untuk kebutuhan konsumtif juga perlu dipertimbangkan lebih hati-hati karena barang yang dibeli bisa kehilangan nilai sementara cicilannya tetap berjalan. Dengan menghitung kemampuan bayar sejak awal, keputusan mengambil utang tidak hanya didasarkan pada keinginan sesaat.

4. Karier juga menjadi bagian dari strategi finansial

ilustrasi bekerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Mengatur pengeluaran memang penting, tetapi kemampuan meningkatkan penghasilan juga tidak boleh diabaikan. Keterampilan yang semakin baik dapat membuka peluang mendapatkan pekerjaan dengan kompensasi lebih tinggi atau menciptakan sumber pendapatan tambahan. Karena itu, belajar, membangun networking, dan mencari pengalaman baru sebenarnya juga merupakan bagian dari perencanaan keuangan.

Strategi ini penting terutama ketika biaya hidup terus meningkat. Ada batas seberapa jauh kita bisa menghemat pengeluaran, sementara kemampuan menghasilkan uang masih dapat dikembangkan sepanjang karier. Mengalokasikan waktu dan uang untuk pendidikan, sertifikasi, pengalaman, atau keterampilan yang relevan dapat menjadi investasi terhadap kapasitas penghasilan kita di masa depan.

5. Jangan mengejar kehidupan orang lain

ilustrasi stres saat bekerja (pexels.com/Yan Krukau)

Media sosial membuat kehidupan orang lain terlihat sangat mudah untuk dibandingkan dengan kehidupan kita sendiri. Kita bisa melihat teman membeli kendaraan, pergi berlibur, memiliki rumah, atau memamerkan investasi tanpa mengetahui kondisi keuangan di baliknya. Jika terus menjadikan pencapaian tersebut sebagai standar, kita bisa terdorong melakukan pembelian atau mengambil keputusan finansial yang sebenarnya belum sesuai kemampuan.

Setiap orang memiliki penghasilan, kebutuhan, tanggungan, dan titik awal yang berbeda. Karena itu, tujuan finansial sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi kita sendiri, bukan mengikuti jadwal kehidupan orang lain. Fokus pada peningkatan tabungan, pengelolaan utang, perkembangan karier, dan pencapaian tujuan pribadi jauh lebih berguna daripada berusaha terlihat mapan di hadapan orang lain.

Usia 20-an bukan perlombaan untuk menjadi kaya atau terlihat sukses sebelum mencapai 30 tahun. Periode ini justru bisa digunakan untuk membangun kebiasaan, keterampilan, aset, dan pemahaman finansial yang akan berguna dalam jangka panjang. Semakin baik fondasi yang kita bangun sekarang, semakin besar ruang yang kita miliki untuk menghadapi berbagai kebutuhan finansial di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article