Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rumah BUMN BRI Dukung Rabundo Perluas Pasar dan Perkuat Legalitas
Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. (Dok. BRI)
  • Rabundo, usaha bumbu rendang autentik asal Lampung Selatan yang didirikan Tika Hayana pada 2025, lahir dari keresahan melihat bumbu rendang impor di swalayan.
  • Setelah memanfaatkan QRIS BRI, Rabundo bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk mendapat pendampingan legalitas, pelatihan, promosi, dan jejaring usaha.
  • Rabundo kini mempekerjakan tiga karyawan serta menjual produknya di ritel modern Bandar Lampung dan marketplace nasional, didukung fasilitasi nilai gizi serta sertifikat merek dagang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang, memperluas pemasaran melalui ritel modern dan marketplace serta memperkuat legalitas usaha dengan pendampingan Rumah BUMN BRI Bakauheni.
  • Who?
    Tika Hayana sebagai pendiri Rabundo, tiga karyawan Rabundo, Rumah BUMN BRI Bakauheni, BRI, serta SIG terlibat dalam pengembangan usaha dan fasilitasi nilai gizi.
  • Where?
    Rabundo didirikan di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Produknya dipasarkan di ritel modern Bandar Lampung dan marketplace yang menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.
  • When?
    Tika menjadi nasabah BRI sejak 2023. Rabundo mulai beroperasi pada 2025, kemudian memanfaatkan QRIS BRI dan bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni.
  • Why?
    Usaha ini didirikan setelah Tika melihat bumbu rendang impor di swalayan dan ingin menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing di pasar.
  • How?
    Rabundo menggunakan QRIS BRI untuk transaksi, mengikuti pelatihan dan bazar, memperoleh fasilitasi legalitas serta perhitungan nilai gizi, lalu memasarkan bumbu rendang melalui ritel modern dan marketplace.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah keresahan sederhana menjadi titik awal lahirnya Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang yang kini mulai menembus pasar nasional. Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang.

"Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga," ungkap Tika.

1. Berawal dari tekad menjaga cita rasa rendang asli

Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. (Dok. BRI)

Sebagai keturunan asli Minangkabau, pemandangan tersebut meninggalkan pertanyaan besar dalam benaknya. Mengapa salah satu ikon kuliner Indonesia justru lebih banyak diproduksi oleh pihak luar. Keresahan tersebut kemudian berubah menjadi tekad untuk menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing di pasar.

Namun, membangun usaha dari nol bukanlah perjalanan yang mudah. Selain memastikan cita rasa rendang tetap autentik, Tika juga harus memikirkan bagaimana produknya dapat diterima pasar, memiliki identitas yang kuat, hingga memenuhi berbagai persyaratan legalitas agar mampu bersaing.

Di tengah proses mengembangkan usaha tersebut, hubungan Tika dengan BRI sendiri telah terjalin sejak 2023 saat ia menjadi nasabah. Saat Rabundo mulai beroperasi pada 2025, ia kemudian memanfaatkan QRIS BRI sebagai salah satu solusi transaksi untuk mendukung operasional usahanya.

2. Rumah BUMN BRI menjadi titik balik pengembangan usaha

Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. (Dok. BRI)

Kemudahan transaksi tersebut membantu Rabundo melayani pembayaran pelanggan secara lebih praktis, cepat, dan aman. Bagi usaha yang sedang bertumbuh, efisiensi transaksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi para pelanggan.

Dukungan BRI terhadap perjalanan Rabundo pun berlanjut. Di mana, atas rekomendasi sesama pelaku UMKM, Tika bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk memperoleh pendampingan dalam mengembangkan usahanya.

"Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota. Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar," kenangnya.

Seiring pendampingan serta kerja keras yang terus dilakukan, Rabundo pun berkembang semakin pesat. Kini usaha tersebut telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk unggulannya, yaitu bumbu rendang, melalui berbagai ritel modern di Bandar Lampung maupun marketplace yang menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.

Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik bagi Rabundo. Pasalnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi UMKM pada tahap awal pengembangan usaha, Tika tidak hanya memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan kapasitas, tetapi juga menemukan ruang belajar dan jejaring dengan pelaku usaha lain yang memiliki semangat untuk bertumbuh bersama.

3. UMKM naik kelas melalui pendampingan berkelanjutan

Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. (Dok. BRI)

Berbagai pelatihan yang diberikan Rumah BUMN BRI membantu Rabundo memperkuat fondasi bisnis, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas, hingga kesempatan memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi.

"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," ujarnya.

Bagi Tika, dukungan tersebut jauh melampaui sekadar bantuan administratif. Legalitas usaha, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bekal penting agar produknya mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar modern.

Ia pun optimistis Rabundo dapat terus berkembang tanpa meninggalkan identitas utamanya sebagai bumbu rendang dengan cita rasa autentik. "Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun," tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa melalui Rumah BUMN, BRI menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperoleh akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM membangun fondasi bisnis yang lebih kuat sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” tutup Akhmad. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article