ilustrasi pengusaha (unsplash.com/Vitaly Gariev)
Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Anggawira mengatakan, pengusaha saat ini belum memiliki ruang yang cukup untuk meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Pasalnya, konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya pulih sehingga kenaikan harga berisiko menurunkan permintaan.
"Dunia usaha saat ini sedang menahan beban. Biaya produksi naik karena kurs melemah, tetapi pengusaha tidak bisa serta-merta menaikkan harga kepada konsumen karena risikonya permintaan turun," kata Anggawira saat dihubungi.
Anggawira menjelaskan, untuk sementara, pelaku usaha masih mengandalkan berbagai langkah efisiensi, seperti menekan margin keuntungan, menunda ekspansi, dan melakukan renegosiasi kontrak.
Namun apabila pelemahan rupiah berlangsung lama, tekanan biaya diperkirakan akan mulai diteruskan ke harga barang dan jasa secara bertahap.
"Tetapi kalau pelemahan rupiah berlangsung terlalu lama, tekanan biaya ini pada akhirnya sulit ditahan dan bisa mulai diteruskan ke harga konsumen secara bertahap," tegasnya.