Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 0,45 persen di level Rp14.340. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 65 poin.
"Potensi penguatan rupiah hari ini mungkin ke level Rp14.300 dengan potensi koreksi ke kisaran Rp14.400," ujar Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra kepada IDN Times, Jumat (12/3/2021).
1. Pasar bereuforia terhadap stimulus AS

Menurut Ariston, rupiah tampak mampu mempertahankan penguatannya pagi ini. Hal itu disebabkan euforia pasar menanggapi pengesahan stimulus jumbo AS sebesar 1,9 triliun dolar AS.
"Stimulus ini mendorong pelaku pasar masuk ke aset berisiko, termasuk ke aset rupiah," katanya.
2. Pasar masih mewaspadai potensi kenaikan yield obligasi

Di sisi lain, lanjut Ariston, pasar masih mewaspadai potensi kenaikan yield obligasi pemerintah AS, terutama tenor 10 tahun. Saat ini, yield mulai kembali naik ke area 1,54 persen, setelah pagi ini sempat bergerak di kisaran 1,53 persen.
"Kenaikan yield akan mendorong penguatan dollar AS dan menekan nilai tukar lainnya termasuk rupiah," ungkap Ariston.
3. Nilai tukar rupiah stagnan di level Rp14.405 pada perdagangan sebelumnya

Pada perdagangan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp14.405. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah stagnan alias sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp14.421 per dolar AS, Rabu (10/3/2021). Mata uang Garuda menguat dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp14.468 per dolar AS.



















