Di era digital saat ini, hampir semua transaksi bisnis sudah beralih ke sistem pembayaran non-tunai atau cashless. Mulai dari transfer bank, e-wallet, hingga platform marketplace, semuanya menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat satu hal yang sering menjadi perhatian pelaku usaha, yaitu adanya potongan biaya administrasi atau fee digital yang secara otomatis mengurangi nilai keuntungan.
Potongan ini memang terlihat kecil di setiap transaksi, tetapi jika dikalkulasikan dalam jumlah besar, dampaknya bisa cukup signifikan terhadap profit bisnis. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memiliki strategi yang tepat agar tetap bisa menjaga keuntungan meskipun harus menghadapi biaya tambahan dari sistem pembayaran digital.
Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan agar bisnis tetap untung di tengah potongan fee digital. Scroll di bawah ini!
