ilustrasi belanja online (Pexels.com/Leeloo The First)
Saat berbelanja online, jangan asal memasukkan data kartu hanya karena mendapatkan tautan promosi atau penawaran yang terlihat menarik. Pastikan transaksi dilakukan melalui situs atau aplikasi resmi. Bank Indonesia menyarankan pengguna memastikan keamanan halaman e-commerce dan memanfaatkan fitur keamanan tambahan seperti 3-D Secure ketika tersedia.
Hindari pula memasukkan informasi kartu melalui tautan yang dikirim secara tiba-tiba melalui SMS, email, atau pesan pribadi. Bank Indonesia mengingatkan bahwa tautan mencurigakan dapat menjadi bagian dari modus phishing. Jika kartu digunakan secara langsung di toko, jangan biarkan kartu dibawa atau digesek di tempat yang tidak dapat diawasi. Bank Indonesia secara khusus mengingatkan agar kartu tidak di-dip atau di-swipe tanpa pengawasan maupun pada perangkat selain mesin EDC.
Jika sudah menemukan transaksi yang bukan dilakukan sendiri, tindakan paling penting adalah segera melapor kepada penerbit kartu. CFPB juga menyarankan pemegang kartu segera menghubungi penyedia kartu ketika menemukan transaksi mencurigakan agar langkah pengamanan berikutnya dapat dilakukan. Di Indonesia, OJK mengimbau masyarakat menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk informasi rekening, OTP, PIN, dan kata sandi, serta segera melaporkan penipuan melalui kanal resmi yang tersedia.
Keamanan kartu kredit bukan hanya bergantung pada sistem bank. Kebiasaan pengguna dalam menjaga data, memeriksa transaksi, dan merespons aktivitas mencurigakan juga sangat penting. Apakah kamu sudah menerapkan tips-tips di atas?