Boncos Gegara Libur Akhir Tahun? Ini Tips Survive di Januari

Jakarta, IDN Times - Menghabiskan terlalu banyak uang pada bulan Desember dapat menyebabkan perasaan sedih atau stres keuangan di Januari.
Untuk itu, kamu dapat mengikuti beberapa tips atau strategi guna mengatasi dampak emosional dan finansial dari pengeluaran berlebihan tersebut.
Dilansir Nerdwallet, berikut beberapa trik untuk mengatasi pasang surut keuangan bulan ini!
1. Buat atau perbarui anggaranmu

Mengawali tahun baru, ini waktu yang tepat untuk membuat atau menyegarkan anggaran keuangan. Seperti kata Mike Croxson, CEO dari National Foundation for Credit Counseling, anggaran bisa memberikanmu kembali rasa kontrol.
Contohnya, ada anggaran 50/30/20 yang populer. Artinya, alokasikan 50 persen dari pendapatanmu untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta membayar utang.
Kamu bisa sesuaikan persentase itu sesuai kebutuhan, terutama jika tinggal di daerah perkotaan dengan biaya tempat tinggal yang tinggi.
"Langkah terbaik untuk mendapatkan kontrol kembali adalah membuat rencana," ujar Croxson.
Dengan begitu, kamu bisa mengontrol keuanganmu dan kembali merasa baik tentang keuanganmu.
2. Bayar utangmu

Dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada beberapa tahun yang lalu, utang kartu kredit juga lebih mahal, sehingga membayarnya menjadi prioritas keuangan.
Bagaimana cara melakukannya, tergantung padamu.
"Melunasi saldo dengan tingkat bunga tertinggi adalah pilihan yang paling masuk akal, tetapi bagi beberapa orang, melunasi jumlah nominal terkecil terlebih dahulu adalah yang paling penting karena mereka merasa telah mencapai sesuatu," kata Croxson.
Kemenangan kecil dapat memberimu momentum untuk melanjutkan. Kalkulator online untuk kedua metode tersebut, yang dikenal sebagai "avalanche" dan "snowball" secara berturut-turut, dapat membantumu tetap berada pada jalur yang benar.
3. Pastikan kamu memantau pembayaran dengan cermat

Jika kamu membeli hadiah liburan menggunakan opsi "beli sekarang, bayar nanti" alias paylater yang memungkinkan pembeli membagi pembayaran menjadi beberapa kali, catatlah kapan jatuh tempo pembayaran tersebut.
Christine Alemany, chief marketing officer i2c, platform perbankan global, menyarankan untuk memantau tanggal jatuh tempo pembayaran "beli sekarang, bayar nanti" menggunakan alat manajemen keuangan atau spreadsheet. Tujuannya agar terhindar dari denda keterlambatan atau biaya bunga.
"Banyaknya metode pembayaran yang dimiliki konsumen sekarang memberi mereka opsi untuk memilih yang terbaik bagi mereka. (Tetapi) kemudahan itu perlu seimbang dengan disiplin," tuturnya.
4. Bangun tabunganmu

Sambil melunasi utang, penting juga menemukan cara untuk menyisihkan uang. Menyertakan pos tabungan dalam anggaranmu adalah langkah kritis, meskipun hanya sebagian kecil per bulan.
"Akan selalu ada keadaan darurat, dan kamu akan membutuhkannya," kata Croxson.
Mengandalkan tabungan di masa depan juga membantumu menghindari tumpukan utang. Tentu saja, kondisi ekonomi yang membaik, seperti laju inflasi yang lebih lambat dan harga-harga yang lebih rendah, akan membuatmu lebih mudah mencari ruang untuk menabung.

















