Deretan Produk yang Wajib Diimpor RI dari AS usai Kesepakatan ART

- Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada 19 Februari 2026 dengan komitmen pembelian produk dan jasa senilai total 33 miliar dolar AS.
- Dari total tersebut, 15 miliar dolar AS dialokasikan untuk impor energi seperti LNG, minyak mentah, produk kilang, dan LPG melalui BUMN serta perusahaan energi nasional.
- Sektor aviasi mendapat porsi 13,5 miliar dolar AS untuk pembelian pesawat Boeing dan layanan pendukung, sementara sektor pangan senilai 4,5 miliar dolar AS mencakup gandum hingga daging sapi.
Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada 19 Februari 2026. Dalam kesepakatan dagang tersebut, terdapat sejumlah komitmen perdagangan, di antaranya peningkatan pembelian produk asal negara Paman Sam.
Dalam dokumen perjanjian yang dipublikasikan Whitehouse 02.19.26 US-IDN ART Full Agreement - US Final for Website sanitized, Annex IV: Purchase Commitments, Indonesia berkomitmen membeli produk dan jasa dari AS dengan total 33 miliar dolar AS. Angka ini terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni energi, aviasi, dan produk pertanian.
1. Pembelian senilai 15 miliar dolar AS di sektor energi

Di sektor energi, Indonesia wajib membeli beberapa produk ari AS, di antaranya LNG, minyak mentah, produk kilang, dan LPG. Adapun pembelian tersebut dilakukan melalui entitas Indonesia yang ditunjuk pemerintah, termasuk BUMN sektor energi dan perusahaan komersial terkait.
Dengan nilai sebesar itu, porsi impor energi dari AS berpotensi meningkat tajam dibanding pola sebelumnya lantaran tergantung realisasi kontrak dan kebutuhan domestik.
2. Pembelian senilai 13,5 miliar dolar AS di sektor aviasi

Di sektor aviasi, Indonesia berkomitmen mengucurkan 13,5 miliar dolar AS untuk pembelian 50 unit pesawat Boeing, suku cadang, layanan perawatan, pelatihan, serta dukungan teknis.
Transaksi tersebut bersifat multi-tahun dan terkait langsung dengan belanja modal maskapai maupun entitas penerbangan nasional. Dengan demikian, realisasi komitmen tidak terjadi sekaligus, tetapi mengikuti jadwal pengadaan dan kontrak layanan jangka panjang.
3. Pembelian senilai 4,5 miliar dolar AS di sektor pangan

Di sektor pangan, Indonesia berkomitmen untuk pembelian sejumlah produk seperti gandum, kedelai, beras, jagung, daging sapi, daging ayam, serta komoditas pangan lain yang disepakati kedua pihak senilai 4,5 miliar dolar AS.
Realisasi dapat dilakukan melalui BUMN pangan atau importir swasta yang difasilitasi pemerintah. Mengingat gandum dan kedelai merupakan bahan baku utama industri pangan domestik, komitmen ini akan tercermin pada arus impor bahan pangan dalam beberapa tahun ke depan.















.jpg)
