Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Gemerlap Langit Malam

[PUISI] Gemerlap Langit Malam
ilustrasi malam hari (pexels.com/Pixabay)

Termenung melamun di kesunyian malam
Engkau pergi meninggalkan senyuman
Tak rela ‘tuk ditinggalkan
Kala dini hari memaksaku ‘tuk merindukan

Sebercak cahaya hingga kerlipan
Menjadi gemerlap di langit malam
Jarak dan waktu sangat menyebalkan
Tatkala aku merindukan kemesraan

Ku ingin mencari jejak yang kau susuri
Menerobos jalan hingga menyingsing fajar
Ke manakah engkau pergi?
Di manakah jejak jalan yang kau injak?

Aku tak tahan dengan kemuakan
Deraian air mata ku bawa sebagai bukti
Kerinduan hati yang kau tinggalkan
Kemesraan belaian kita dahulu

Sejenak ku hirup udara segar tuk bernafas panjang
Di bawah hamparan bintang-bintang dan cahaya rembulan
Mataku melihat kenangan kita dahulu
Sekilas bayangan wajahmu, terlukis dalam gemerlapnya langit malam

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indiana Malia
EditorIndiana Malia
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction