Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sebuah Celoteh Gadis

[PUISI] Sebuah Celoteh Gadis
pexels.com/Jill Wellington

Pernah aku mendengar celoteh gadis kecil
Bahwa tetes air hujan itu mengandung luka
Mengubur  rindu yang kian lama menyepi
Berpelukan dalam balutan rasa

Berkumpul atau menyepi sebenarnya tak bermakna
Bagi sekumpulan orang yang sibuk bercermin di negeri seberang
Kini saatnya bukan untuk bercermin
Melainkan menjadi pemimpin

Tongkat yang selalu berdiri di singgasana
Takkan mampu mengendalikan hilir mudik angin
Semakin kencang ia berlari tanpa arah tujuan
Semakin lemah tongkat dan rapuh tertiup angin

Celoteh gadis kecil menjadi diam membisu
Terbawa arus angin hulu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lena Latipah
EditorLena Latipah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perih yang Tidak Terlihat

04 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Semanis Madu

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction