Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rindu yang Menyisakan Sunyi di Tengah Kota

[PUISI] Rindu yang Menyisakan Sunyi di Tengah Kota
ilustrasi kota malam hari (unsplash/David Vives)

Di antara gedung-gedung yang menjulang,
aku berjalan membawa hening yang tak terucap.
Lampu jalan berkedip seperti bintang palsu,
namun tak ada cahaya yang mampu menenangkan hatiku.

Rindu itu hadir,
seperti bayangan yang setia mengikuti langkahku.
Ia tidak pernah hilang,
meski ku coba menutup pintu kenangan.

Di tengah keramaian kota,
aku justru menemukan sunyi.
Sunyi yang memanggil namamu,
tanpa pernah bisa menyentuh hadirmu lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari

24 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction