Jangan ukur aku dengan standar matamu
Aku bukan pajangan yang bisa kau nilai harganya
Aku tidak lahir untuk menghidupkan mimpimu
atau menjadi tambal bagi egomu yang cacat
Ekspektasimu adalah sangkar yang sempit
yang berusaha mendikte ke mana aku harus melangkah
Namun, aku punya arah dan kendali sendiri
yang tak butuh persetujuan dari mulutmu
Aku bukan milik siapa pun di dunia ini
Termasuk bayangan ideal yang kau paksa aku jalani
Aku tak harus sesuai dengan rencana besar kepalamu
Sebab, aku diciptakan bukan untuk memenuhi kurangmu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Aku Bukan Milik Ekspektasimu
![[PUISI] Aku Bukan Milik Ekspektasimu](https://image.idntimes.com/post/20260426/pexels-esrakorkmaz-17715824_f2a066e5-bff5-4baf-9e7d-a6dc484f0479.jpg)
ilustrasi laki-laki dan perempuan (pexels.com/Esra Korkmaz)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us