Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Aku Menyimpan Badai Terlalu Lama
ilustrasi suasana ramai diperkotaan (pexels.com/Harem)

Aku menyimpan badai di dalam dada
Terlalu lama terlalu rapat
Hingga petirnya belajar berputar
Di antara tulang dan pikiranku sendiri

Setiap hari aku terlihat tenang
Seperti laut yang tak bergelombang
Padahal di dasar yang tak terlihat
Ada arus yang sedang saling menghancurkan

Aku lelah menjadi bendungan
Bagi semua air yang ingin meluap
Karena tidak ada yang benar-benar tahu
Berapa berat yang sedang kutahan

Malam ini biarlah badai itu keluar
Tak perlu lagi berpura-pura kuat
Sebab langit pun melepaskan hujan
Saat awannya sudah terlalu penuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team