Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Anak Terbalut Luka
ilustrasi anak perempuan terluka (pexels.com/Cottonbro studio)

Sayatan baru menginjak luka lama
Seolah tak membiarkan satu detik sia-sia
Tubuh tegak menopang beban berbeda
Habis kering tetesan air mata

Tangan kanan tidak lelah mengejar dunia
Habis detik jam nyaring tertawa
Beribu cacian menghiasi hari
Meski koin emas tersenyum di jemari

Apa mahal harga satu pelukan?
Mungkin benar aku tidak diinginkan
Lantas, kenapa jiwa ini dilahirkan?
Kilat cahaya membawa pesan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎