Pernahkah kau tercekat?
Dalam kalimat yang menggantung terjebak
Kumpulan kata berterbangan tanpa pijak
Seperti ilustrasi yang gagal terpikat
Satu dua menit jiwa ragu berpendapat
Mulut sempat terbuka, kini sekejap rapat
Termenung menguliti diksi yang sulit
Sebuah pertanda ini masalah pelik
Logika riuh memaksa untuk bersuara
Namun lidah kelu dibungkam rasa
Takut pesan tak sampai sesuai cita
Hanya bermuara jadi kesalahpahaman semata
Akhirnya kalimat itu memilih mengendap
Menjadi rahasia yang terlanjur gelap
Di antara napas yang berembus berat
Dan sunyi yang perlahan menyekap
Biarlah ia mengudara tanpa nama
Sebab tak semua makna butuh wahana
Kadang, diam adalah bahasa paling jujur
Saat kata-kata memilih untuk lebur
![[PUISI] Anatomi Sunyi](https://image.idntimes.com/post/20260805/pexels-vladbagacian-5624027_836aee3a-c3bb-4fef-8d7c-7b5f2e0e5c54.jpg)