Di layar negeri ini tampak baik-baik saja
Janji disusun manis di bungkus kata-kata
Di jalan, rakyat menghitung harga dan sisa
Sementara narasi sibuk menjual kabar bahagia
Kursi kekuasaan berganti, wajah boleh berbeda
Tetapi suara rakyat masih sering jadi jeda
Ketika kritik dianggap gaduh dan pertanyaan dicurigai
Demokrasi terasa ramai tetapi sunyi di hati
Ada hukum yang tajam, ada kepentingan yang lentur
Ada suara yang keras lalu perlahan dikubur
Di antara slogan, survei, dan janji perubahan
Rakyat belajar membedakan pencitraan dan kenyataan
Maka jangan biarkan narasi menutup mata
Sebab negeri ini bukan sekadar angka dan berita
Jika kekuasaan lupa siapa yang memberinya suara
Rakyat berhak bertanya, untuk siapa negara bekerja?
![[PUISI] Antara Narasi dan Realita](https://image.idntimes.com/post/20260913/1000243831_f7e4e56f-a698-400e-ba74-6eddcfabca27.jpg)