Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Baiknya Pemberi Harapan

Unsplash.com/Jan Tinneberg
Unsplash.com/Jan Tinneberg

Kepada surya tampan yang menebar cahaya

Kebaikanmu aku terima sejak tibamu yang tidak istimewa

Kemudian aku menyadari kamu sebuah anugerah 

Bersamamu senyumanku tidak lagi mahal 

Memandangmu menjadi sebuah hobi baru yang menyenangkan

Isengmu membuatku bahagia lalu sembunyi kelelahan

Aku tidak pernah mempermasalahkan kalau kamu tidak tertarik padaku

Ada jenis terlalu baik yang menyakitkan untuk diterima

Caramu terlalu baik untuk disebut kepalsuan

Tapi juga tidak boleh disebut ketulusan

Sadarmu dan sadarku keduanya tidak butuh penjelasan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bukan Sekadar Cerita

16 Feb 2026, 20:38 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction