[PUISI] Sunyi di Tengah Kota Ramai

Aku terdiam melihat sekeliling,
di mana banyak orang berlalu-lalang,
bersenda gurau tanpa henti,
dan memberi kehangatan satu sama lain.
Aku membisu di sudut kota,
mencoba merangkul keramaian,
namun hatiku tetap kosong,
karena kesunyian tetap menjadi pemenangnya.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















