Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Bayangan dan Cahaya

[PUISI] Bayangan dan Cahaya
Photo by Maik Fischer on Unsplash

Lika-liku duniawi
Tempat mereka berserah diri
Pada perjumpaan tak tau diri
Hela napas setia menjadi saksi

Prasangka pada yang fana
Menengadah tangan berharap sisa
Sampai nanti saat kita akan berjumpa
Teriak degup jantung kuingin kau rasa

Bila ada yang harus kusesali
Mungkin sekujur tubuh mendidih menahan nyali
Pancaindra tak berkutik dan mati
Terlalu sibuk persiapan perbaiki hati

Barangkali hari itu tak pernah nyata
Kau di ujung sana terlalu istimewa
Kerdil kehadiranku sembunyikan rupa
Pandanganku budak menghadap singgasana

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridwan Majiid
EditorRidwan Majiid

Related Articles

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction