Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bayangan dan Cahaya

Photo by Maik Fischer on Unsplash
Photo by Maik Fischer on Unsplash

Lika-liku duniawi
Tempat mereka berserah diri
Pada perjumpaan tak tau diri
Hela napas setia menjadi saksi

Prasangka pada yang fana
Menengadah tangan berharap sisa
Sampai nanti saat kita akan berjumpa
Teriak degup jantung kuingin kau rasa

Bila ada yang harus kusesali
Mungkin sekujur tubuh mendidih menahan nyali
Pancaindra tak berkutik dan mati
Terlalu sibuk persiapan perbaiki hati

Barangkali hari itu tak pernah nyata
Kau di ujung sana terlalu istimewa
Kerdil kehadiranku sembunyikan rupa
Pandanganku budak menghadap singgasana

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridwan Majiid
EditorRidwan Majiid
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Panduan Sunyi untuk Hati

16 Feb 2026, 20:48 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction