Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Berlari Hingga Mati

[PUISI] Berlari Hingga Mati
ilustrasi anak-anak berlarian (pixabay.com/Free-Photos)

Aku selalu ingin tahu alasan
Mengapa engkau terus berlari
Menghadang matahari?

Bukankah 
Sudah tak ada lagi
Apa yang telah kita tanam
Di tanah gembur itu
Dan tak ada lagi
Apa yang kita buang
Di tanah retak itu? 

Apa yang sebenarnya kau rindu
Dengan menatap lurus cahaya?

Tak lagi memberi aba-aba
Segala sudah sia-sia

Apa aku juga
Harus melangkahkan kaki sejauh mungkin
Hingga mencapai surga 
Yang ada dalam delusi itu? 

Tak lagi ada langit
Tak lagi ada padang ilalang
Bersisa waktu yang terus memandang alam raya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Jika Waktu Bisa Diulang

03 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction