Datang membawa cermin berbingkai emas
Menebar senyum semanis embun di atas kapas
Setiap kata terdengar lembut dan menawan
Hingga banyak hati percaya tanpa keraguan
Namun di balik sorot mata yang bercahaya
Tersimpan dahaga akan puja dan percaya
Dunia baginya hanyalah panggung semata
Orang lain sekadar bayang di balik cerita
Bila dipuji, ia menjulang setinggi awan
Seolah tak ada yang mampu jadi lawan
Bila dikritik, murka pun segera menyala
Menyalahkan dunia tanpa jeda dan kala
Janji dirangkai seindah untaian mutiara
Namun gugur saat tak lagi menguntungkannya
Kasih dipakai sebagai alat permainan
Bukan pelukan, tetapi ikatan kepentingan
![[PUISI] Bertopeng Kepalsuan](https://image.idntimes.com/post/20250313/image-70cdb9c69889c1f4bff9d1aee2075a57.jpg)