Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bila Lusa Kami Bersitatap

[PUISI] Bila Lusa Kami Bersitatap
Ilustrasi perempuan di taman. (pexels.com/paigepiskin)

Cakaran asmara menyayat tubuh
Luarnya merona, dalamnya runtuh
Mengapa jatuh hati, hatinya terjatuh?
Sebuah tanya dari umat baru terbasuh
Akal yang kemarin sempat jadi musuh

Bila lusa bersitatap nahkoda keluarga
Di hamparan sujudku meminta satu saja
Jangan hanya disatukan di dalam fana
Bila daun sidratal muntaha telah jatuh
Jatuhkanlah bersama dalam balutan doa
Anak cucu yang telah hidup berbahagia

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Ulumiah
EditorSiti Ulumiah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction