Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bulan yang Membawa Luka

[PUISI] Bulan yang Membawa Luka
ilustrasi bulan (freepik.com/freepik)

Bulan malam ini berwarna merah
Seperti hati yang terlalu lama berdarah
Ia tergantung tanpa bisa berlari
Menyinari langit meski tak lagi murni

Aku melihat hidupku di sana
Cahaya redup yang nyaris padam
Namun tetap dipaksa bertahan
Agar gelap tak sepenuhnya berkuasa

Bulan itu datang membawa luka
Tapi juga menyimpan segudang rahasia
Bersinar indah tidak selalu berwarna putih
Kadang merah menyala dengan tegas

Malam ini menjadi saksi bisu
Bahwa luka tidak selamanya buruk
Lihatlah betapa tegarnya bulan purnama
Berdarah namun tetap menyinari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction