Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Bumi yang Lelah Menjadi Medan

[PUISI] Bumi yang Lelah Menjadi Medan
ilustrasi seorang warga di tempat pengungsian (pexels.com/Ahmed akacha)

Bumi dulu hanya ingin ditanami,
dengan gandum, bunga, dan harapan,
bukan dilubangi oleh amarah,
yang jatuh dari langit.

Tanah gemetar setiap malam,
seperti tubuh yang demam,
ia tak mengerti mengapa manusia,
begitu gemar bertengkar.

Padahal di bawah tanah yang sama,
akar-akar saling berpelukan,
tanpa bertanya siapa berasal dari mana,
atau bahasa apa yang mereka ucapkan.

Bumi hanya ingin tenang kembali,
mendengar suara hujan dan burung,
bukan suara manusia,
yang lupa cara hidup bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction