Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cacian Kala Suntuk

[PUISI] Cacian Kala Suntuk
ilustrasi dunia (pexels.com/Dimitris.s12)

Pada tiap bunyi tuk-tuk, 
Pertanda tanganku mengetik suntuk
Dan mata kian terkantuk-kantuk
Aku bertanya sambil terbatuk 

Di manakah tempat mengaduk
Kabar baik dan kabar busuk
Bercampur remuk tak berpeluk
Diikat jadi satu bagai sapu ijuk 

Lantas kutengok hiruk-pikuk
Dari ujung jendela yang penguk 
Jalanan itu tak lagi khusyuk
Kini bising bagai badai berkecamuk

Ah, buyar sudah anganku nan kikuk
Ia seenaknya mendobrak masuk
Sembari mencaci seribu amuk
Katanya, dunia tak lagi punya bentuk

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dahayu ‎
EditorDahayu ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sujud yang Lebih Dalam

28 Feb 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction