Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Cahaya di Balik Kesedihan
ilustrasi cahaya lilin (pexel.com/Hakan Erenler)

Aku menangis dalam diam
Tetes-tetes air mata mengalir
Dari pelupuk mata, butiran lembut
Meninggalkan jejak basah

Hanya aku, diriku, dan TUHAN
Jadi saksi dalam keheningan malam
Pada luka yang terlalu lama tertambal
Yang tak pernah disembuhkan

Kini, terbuka lagi lebih dalam
Menganga, meninggalkan nyeri di dada
Dalam diam ku tarik napas perlahan
"Tidak apa-apa, menangis saja"

Suara lembut dan menenangkan
Bergema di dalam kepala
Ku tolehkan kepala ke kiri dan ke kanan
Mencari sumber suara

Namun tak ada siapapun
Ketenangan yang muncul setelahnya
Memberikan secercah cahaya
Yang menyapu semua gundah
Membasuh lembut nyeri yang tertahan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team