Aku menangis dalam diam
Tetes-tetes air mata mengalir
Dari pelupuk mata, butiran lembut
Meninggalkan jejak basah
Hanya aku, diriku, dan TUHAN
Jadi saksi dalam keheningan malam
Pada luka yang terlalu lama tertambal
Yang tak pernah disembuhkan
Kini, terbuka lagi lebih dalam
Menganga, meninggalkan nyeri di dada
Dalam diam ku tarik napas perlahan
"Tidak apa-apa, menangis saja"
Suara lembut dan menenangkan
Bergema di dalam kepala
Ku tolehkan kepala ke kiri dan ke kanan
Mencari sumber suara
Namun tak ada siapapun
Ketenangan yang muncul setelahnya
Memberikan secercah cahaya
Yang menyapu semua gundah
Membasuh lembut nyeri yang tertahan
![[PUISI] Cahaya di Balik Kesedihan](https://image.idntimes.com/post/20260920/pexels-erenlerhakan-289756_e3475d0d-f923-4419-b569-eaf148db0d55.jpg)