Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Cinta Itu Pelik

[PUISI] Cinta Itu Pelik
Unsplash.com/Yolanda Sun

Kalau kiranya mencintai itu sakit
lantas kenapa muda-mudi itu berbaris
mengantre hanya untuk sebuah pilu?
"Jangan mencinta kalau takut luka," congkaknya.

Adakah yang lebih sukar selain
mencintai dia yang mencintai orang lain?
Melepas bilah daun pandan kering helai demi helai
dari anyaman lebih rela daripada harus menyaksikan
permata dicuri rampok.

Ombak Samudra Pasifik tak pernah berhenti
menerjang jalibut yang mengantarkan pesan renjana
seorang kekasih dari Asia ke Amerika
karena tiada cinta bila tiada rela.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Rifa'i Yusuf N
EditorAhmad Rifa'i Yusuf N

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction