Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Dalam Pelukan Ibu

ilustrasi seorang ibu memeluk anaknya
ilustrasi seorang ibu memeluk anaknya (pexels.com/ Arina Krasnikova)

Setiap pagi, aroma dapur lebih dulu membangunkanku daripada cahaya matahari. Ada tangan yang sibuk, ada hati yang tak pernah letih menyiapkan hari.

Ibu tidak selalu banyak bicara, tapi kasihnya hadir dalam bentuk paling sederhana: nasi hangat di piring, lipatan baju bersih, doa yang berulang-ulang di ujung sajadah.

Aku pernah marah, pernah menjauh, tapi tetap kembali. Karena hanya pada ibu, aku menemukan rumah yang tak pernah bertanya kenapa aku pulang.

Dan jika kasih adalah bahasa, maka ibu telah menuliskannya sejak lama di dadaku, dengan tinta yang tak pernah pudar, bahkan oleh waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pulih dalam Sepi

08 Jan 2026, 15:07 WIBFiction
Ilustrasi sampai jumpa

[PUISI] Sampai Jumpa Besok

08 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Senandung Rindu

06 Jan 2026, 14:47 WIBFiction
ilustrasi seorang pria

[PUISI] Tetap Berdiri

06 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seorang wanita yang membuka pintu

[PUISI] Pintu Tahun Baru

05 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi kapal mau tenggelam dengan latar langit senja.

[PUISI] Nakhoda Salah Arah

04 Jan 2026, 19:22 WIBFiction
Ilustrasi tumbuh

[PUISI] Tumbuh

04 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi rintik hujan di jendela

[PUISI] Air Mata Semesta

04 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi puisi episode yang mati

[PUISI] Episode yang Mati

03 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi puisi selangkah mundur

[PUISI] Selangkah Mundur

03 Jan 2026, 19:22 WIBFiction