Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Dalih sang Lidah

Ilustrasi orang duduk di bangku kayu (pexels.com/Jeswin Thomas)
Ilustrasi orang duduk di bangku kayu (pexels.com/Jeswin Thomas)

Teruntuk tadi yang telah tiada
Aku hanya ingin bilang

Ada ruang pikiran yang tak berhenti meraung
Ada rintik air yang tak berhenti merintih
Ada sesak yang masuk ke dalam sukma
Ada raga yang jalannya ragu-ragu
Ada tiap-tiap tapi yang mencari-cari cara
Ada nyata yang masih bertanya-tanya
Ada jadi yang masih terjeda
Ada rupa pura-pura yang menyembunyikan rapuh
Ada gugup gagap yang terselubung gagah
Dan ada takut yang tampak dikuat-kuatkan

Aku paham
Untuk menjadi serasi, kita butuh serasa
Untuk menjadi sepaket, kita butuh sepakat
Agar apa yang terpikat, akan jadi terikat
Dan apa yang telah tertakar, tak akan pernah tertukar

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Huda
EditorFahrul Huda
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hitung Mundur Tahun Baru

01 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi wanita bahagia

[PUISI] Utuh Setelah Retak

31 Des 2025, 07:15 WIBFiction
ilustrasi memegang uang

[PUISI] Semburat Nafsu

31 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi robekan kertas tercecer

[PUISI] Robekan Memori

28 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Ruang Kenangan

28 Des 2025, 16:48 WIBFiction
siluet seekor burung dengan latar langit senja sore hari

[PUISI] Langit Bercerita

28 Des 2025, 07:48 WIBFiction