Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Di Balik Bibir yang Tertutup Rapat

[PUISI] Di Balik Bibir yang Tertutup Rapat
ilustrasi berharap dalam diam (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Di balik bibir yang tertutup rapat
Ku tahu ada harap yang menembus langit
Ada doa yang tersemat

Tak banyak bicara, namun percaya
Tak ada curiga walau sedetik saja
Apakah itu cinta atau bodoh yang merajalela?

Mengapa kau menunggu janji
Sedangkan ia tak memberi pasti
Apakah logikamu telah mati?

Kawan, bagaimana aku bisa menyadarkanmu?
Sedangkan kau menutup mata dan telingamu
Kau bahagia hanya dalam imajinasimu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Upah yang Tak Pernah Utuh

28 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction