Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Di Ceruk Matamu

[PUISI] Di Ceruk Matamu
gambar perempuan (pexels.com/Joao Jesus)

pada suatu masa aku ingin bersemayam
di ceruk matamu yang bulan sabit
bersandar pada lengkungnya
mengayun-ayunkan kaki telanjang
anak-anak kecil bermain ayunan
tak pernah sekalipun ingin pulang
ke rumah reyot peninggalan leluhur

pada suatu masa aku ingin bersemayam
di ceruk matamu yang bulan sabit
menekuri tiap-tiap lengkungnya
dengan betah
dan jemari lentik yang pucat
menari-nari lentur
mengisyaratkan cukup aku
yang bersemayam di ceruk matamu, Kekasih

Madiun, 17 Desember 2022

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cahaya Tipis di Balik Awan

11 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction