Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Di Sudut Trotoar Kota

[PUISI] Di Sudut Trotoar Kota
Trotoar kota (Pexels.com/Josh Willink)

Malam turun seperti tinta
yang ditumpahkan perlahan
di atas halaman kota.

Lampu-lampu menyala
seperti bintang yang dipaksa lahir
di langit buatan manusia.

Jalanan bernafas panjang,
mengalirkan langkah-langkah
yang tidak pernah benar-benar pulang.

Di sudut trotoar
seorang penjual kopi
menuangkan hangat
ke dalam cangkir-cangkir lelah.

Gedung-gedung berdiri tegak,
diam seperti saksi
yang terlalu banyak tahu
tentang mimpi yang gagal.

Di antara klakson
dan percakapan yang tercecer,
ada hati-hati kecil
yang diam-diam bertanya:

apakah hidup
hanya tentang berlari
dari pagi ke malam
dari malam ke pagi?

Namun kota tidak menjawab.
Ia hanya terus menyala,
seperti mata yang menolak terpejam
meski dunia
sudah sangat lelah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Sudut Trotoar Kota

24 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction