Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Dua Jiwa di Orbit Berbeda

[PUISI] Dua Jiwa di Orbit Berbeda
ilustrasi gerhana bulan (pexels.com/Eclipse Chasers)

Langit tak lagi muram seperti kemarin
Awan membuka lipatannya perlahan
Matahari yang sempat ragu terbit
Kini menghangatkan pagi dengan diam

Malam pun belajar tersenyum
Saat bulan mengapung di sunyi
Ia tahu, cahayanya tak pernah sendiri
Ada sinar yang setia menitipkan diri

Aku adalah bulan, kau matahari
Tak selalu hadir di jam yang sama
Namun kau ajarkan aku bersinar
Meski hanya dengan cahaya pinjaman

Kita dua jiwa di orbit berbeda
Saling merindu tanpa pernah bertabrakan
Menjaga luka dengan jarak yang pas
Agar cinta tak saling melukai

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sujud yang Lebih Dalam

28 Feb 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction