Angin dingin membelai puncak kepala
Malam menjerat bersama penantian hilangnya beban
Akankah segalanya menemukan cahaya
Karena aku sudah di titik ambang batas kelelahan
Napasku tersenggal meminta jeda
Bahuku berat tanda minta bantuan
Tapi apakah yang bisa dilakukan
Jika kutahu bahwa berbagi cerita justru menambah masalah
Pintu maaf pada diri mulai kuketuk
Inginku bersimpuh pada diri yang jarang kupeluk
Barangkali selama ini ia menunggu
Akan hadirku yang sama sekali tak pernah utuh
Jika pagi kembali menyingsing dengan harapan
Aku ingin kembali hadir dengan genggaman
Bahwa malam mungkin terasa panjang
Tapi tak ada yang benar-benar abadi, termasuk kesedihan
![[PUISI] Genggaman Diri di Tengah Malam](https://image.idntimes.com/post/20260906/pexels-rdne-6670267_e39d395b-89e9-4456-b393-2f56ddbc5a13.jpg)