Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Hamparan Dunia Abadi

1 min read
[PUISI] Hamparan Dunia Abadi
Ilustrasi seseorang berjalan di jalan saat matahari terbenam (Unsplash.com/Beans 4K)

Hari baru, bulan baru
Lembaran baru saja dimulai
Hadir tanpa ragu
Keajaiban datang dengan sendirinya

Padat menjadi lega sejenak
Bayangan tak perlu dikejar
Sempat samar, tanpa bayangan yang mengikuti

Dunia runtuh
Hampa berjamaah
Menyembunyikan nada

Jenuh menyelimuti pagi hari
Hari yang terbelah nyata
Banyak peluang

Pelatihan
Permainan
Tantangan
Nama berbaris
Di antara aksara yang ada

Berjalan dengan caranya sendiri
Bukan berhenti
Cangkang yang retak
Suara menyebar ke nadiku

Biarkan suara hatimu
Mencoba lagi
Dengan elegan
Tanpa jenuh

Suara berdenging
Arah yang berbeda
"Kak, aku mau bertemu"
Berdetak tanpa usai

Harta karun emas yang tersimpan
Ingin tersimpan tanpa arah
Kacamata semesta yang bertanya

Tumbuh perlahan
Namun abadi
Dalam sebuah karya

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel