Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Harapan Fana

[PUISI] Harapan Fana
Posisi tenang (pexels/Anastasia Shuraeva)

Kupegang erat perasaan ini
Namun yang kudapatkan hanyalah kesedihan
Betapa besar rinduku untuk mendapat rasa sayang dari dirinya
Tapi mengapa relung ini begitu kosong seolah tidak ada isinya

Mengapa dan mengapa, itulah kata-kata yang terus mengalir dari mulutku
Hatiku menangis, pikiranku dipenuhi dengan perasaan liar
Seperti seutas tali, aku menggenggamnya begitu erat
Tak menyadari itu telah menyakiti diriku

Kupikir itu telah menyelamatkanku
Ah, namun terlalu sulit dan begitu sayang untuk dilepas
Hingga tak kusadari pegangan itu telah putus
Aku terhempas, mencoba meraihnya kembali
Namun tak ada satu pun yang berhasil aku gapai

Aku telah jatuh ke dalam jurang kehampaan
Tersisa diriku dan bayangku yang kini harus berjuang seorang diri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Dihapus sebelum Sempat Dikenal

04 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction