Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Harapan yang Niscaya

[PUISI] Harapan yang Niscaya
ilustrasi lilin (pexel.com/Dazzel Jam)

Mendengarkanmu adalah caraku untuk mencintaimu
Meski lisanku bisu kala menyanjungmu
Dengan mendekapmu seakan terobati
hati yang gembira mensyukuri

Bila kamu berkeluh padaku
Dari hadirku yang jauh darimu
Beritakan pada rindu untuk bertemu
Agar jemari ini segera beradu

Di antara senyapnya malam seraya dingin
Menundukkan wajah ini sedekat mungkin
Menajamkan lisanku tuk meminta wajahmu
selalu hadir walau hanya di imajiku

Engkau memberiku daya
Walau harapan ini hendak niscaya
Engkau selalu kuatkan rasa
tanpa pernah beri tanya

Tolitoli, 10 Januari 2023

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Lelaki yang Harus Selalu Kuat

01 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction