Katanya kita mudah mengadu
tentang apa yang terjadi kemarin
hari ini, dan hari seterusnya
pada mereka yang tercinta
sebab mereka bagai peneduh
Maka di hari hujan ke ratusan kali
kita bertemu di pendopo megah
sembari bercengkerama teduh
menikmati hembusan sepoi angin
dan jarak yang hanya sejengkal
Kita seringkali begitu serakah
mengira semua akan selamanya
maka di suatu hari hujan biasa
kita tertawa bersama, sewajarnya
tanpa tahu itu jadi yang terakhir
![[PUISI] Hari Hujan Terakhir](https://image.idntimes.com/post/20260816/pexels-berke-bayur-2163066899-38709149_ba7d15eb-9719-4390-ab44-b2bb18b0b2a0.jpg)