Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hibernasi Dewi

[PUISI] Hibernasi Dewi
unsplash.com/kevin laminto
Share Article

Antara sumbangnya jeritan kereta kuda dan makhluk fana
berjejalan di celah spasi antar raga
Tak ubahnya tepukan fajar di bahu pertiwi tiba
Sejenak purnama melenyap pelita
Jalanan telah didesak sejuta umat tuk sambung usia
Sedang trotoar telah disapu rata barisan berseragam pun asongan yang tak sekedar cari hawa

Hiruk pikuk dunia; saling menelan dari roda ke roda, kaki ke kaki, frasa ke frasa
Destinasi tunggal ditempuh dari pintu mana-mana
Egoisme di atas egoisme
Acu pada sayap-sayap rusak yang dikepak percuma
Sementara hati mendengkur dari sudut selimut masa

Pada zaman di mana asap adalah napas,
dan tembakau adalah nadi-nadi berdetak

Secercah realita, realita hati, hati kumuh, kumuh saja tak mampu dilenyap
Memang manusia; selalu manusia
Sudah seperti toksin menggelantung pada
aerosol-aerosol di tiap lekukan wajah sang Bunda

Penjara
Sebuah penjara air mata disusun dari pernik-pernik api penuh kontradiksi
Sebuah penjara duka lara diretas antar bola mata penuh isyarat benci
Dan terus saja kita rela disentuh oleh fatamorgana nista
Dan terus saja kita rela dijerat oleh tali dari jurang sukma

Maka berhentilah; jika kau tahu eksistensi larik-larik umpatan yang diekspos sama dengan rentangan aib diri

Seperti tak lazimnya meneliti cermin ketika berandal tak dewasa ditemu pada lensa kwarsanya berdiri

Maka berhentilah; mengapa tidak bangunkan saja ketulusan itu dari dasar hati yang tertidur?

Sudah waktunya kita menggali jiwa-jiwa luhur, yang telah lama terkubur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifina Budi A.
EditorArifina Budi A.

Related Articles

See More

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction