Ayah, siapa yang membakar rimba?
Sungguh tega merampas nyawa
Tempat kita menggantungkan harap
Kini tinggal arang gelap
Terdengar hutan menjerit di balik bara
Memanggil hujan yang tak jua tiba
Daun-daun gugur menjadi abu
Dan akar merintih di tanah berjelaga
Inginku pejamkan mata dan menutup telinga
Tapi sungguh aku tak tega
Lihat lah langit kita
Merah mengabu kehilangan warna
Hutan mengabu dan burung tak bersuara
Asap menelan sisa-sisa udara
Pohon tumbang, dan bumi menjerit penuh duka
Ayah, aku harus mengapa?
![[PUISI] Hutan Mengabu dan Burung Tak Bersuara](https://image.idntimes.com/post/20260620/merandadevan-ai-generated-8112802_1920_f5f89852-621f-4aa4-92f6-6987f0a0aaf0.png)