Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Jingga Selamanya
ilustrasi seorang perempuan menikmati matahari terbenam (freepik.com/teksomolika)

Jangan dulu turun ke ufuk sana
Langit masih ingin memeluk cahaya
Aku belum siap berkata reda
Pada sore yang hangat warnanya

Jingga menggantung di ujung awan
Seperti doa yang enggan dilupakan
Angin pun berjalan begitu pelan
Seolah takut memecah keindahan

Tetaplah hidup, wahai mentari
Meski malam terus memanggil pergi
Biarkan dunia berhenti sehari
Agar senja tinggal di sini lagi

Karena saat gelap mulai tiba
Ada yang hilang dari semesta
Aku tak takut sunyi semata
Aku takut jingga tak kembali menyapa

Maka jangan tenggelam dahulu
Biarkan langit tetap membiru dalam jingga itu
Sebab di warna yang nyaris semu
Aku menemukan rumah untuk rinduku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy