Jangan dulu turun ke ufuk sana
Langit masih ingin memeluk cahaya
Aku belum siap berkata reda
Pada sore yang hangat warnanya
Jingga menggantung di ujung awan
Seperti doa yang enggan dilupakan
Angin pun berjalan begitu pelan
Seolah takut memecah keindahan
Tetaplah hidup, wahai mentari
Meski malam terus memanggil pergi
Biarkan dunia berhenti sehari
Agar senja tinggal di sini lagi
Karena saat gelap mulai tiba
Ada yang hilang dari semesta
Aku tak takut sunyi semata
Aku takut jingga tak kembali menyapa
Maka jangan tenggelam dahulu
Biarkan langit tetap membiru dalam jingga itu
Sebab di warna yang nyaris semu
Aku menemukan rumah untuk rinduku
![[PUISI] Jingga Selamanya](https://image.idntimes.com/post/20230916/screenshot-20230916-125720-chrome-159d3fc451d391961a73204b1b20b3cd-f9ef60a61df0b20b0eea8cd387b039c8.jpg)