Lamunan keluhnya kian hari kian bertambah
Tentang tumbuh yang ternyata luruh
Tentang bertahan yang ternyata tertahan
Tentang inginnya yang kian terpendam
Api nyalinya telah padam
Teredam dendam
Pada banyaknya caci maki yang semesta hadiahkan
Dia pejam
Tuhan, Dia kembali mempertanyakan
Tentang ujung dunia yang belum Kau perlihatkan
Tentang banyaknya luka yang belum Kau sembuhkan
Tentang bahagia yang selalu Kau janjikan
Peluk Dia, Tuhan
Raganya utuh
Namun, jiwanya tinggal separuh
Dia rapuh
![[PUISI] Jiwa yang Lapuk](https://image.idntimes.com/post/20250313/pexels-aqtai-2233399-58fd3fc1caeb4ff5858999711a98d12d-c8b7ad219a6d347bbe1e358c7497c198.jpg)