Jarum jam yang berlomba dengan harapan
Kian kaburkan jalur pacu kesempatan
Angan-angan yang membukit tanpa haluan
Malah tergerus abrasi ombak penyesalan
Tak pernah ada ruang untuk yang kalah
Tak kenal alibi menyerah karena kondisi
Kini dunia terlalu kompetitif untuk sekedar berserah
Terlalu polos untuk hanya menerka fantasi
Tak ada pilihan selain membuka jeruji mata secara bebas
Serta memasang tulang belakang kembali pada hakikatnya
Kita tak kenal evolusi hanya dari rasa takut sang pemalas
Kita percaya asa akan terus ada selama dunia bertahta
Semesta masih punya kanvas putih untuk dilukis
Tersusun indah galeri afeksi untuk masa depan
Padukan warna mimpi dan sketsa yang realistis
Dan sang kolektor takdir akan berikan tanggapan
![[PUISI] Kanvas Putih](https://image.idntimes.com/post/20260715/boy-painting-canvas_b6d9ac4d-ceef-4bad-85c4-502f538a87b0.jpg)