Pernah kutanam harapan di tanah yang menjanjikan
Lalu kulihat satu per satu tunasnya patah
Kujaga dengan tenaga yang masih tersisa
Namun musim seakan tak pernah berpihak

Banyak pintu tertutup tepat di hadapanku
Beberapa pergi tanpa sempat memberi alasan
Aku pulang membawa kecewa yang sama
Sambil bertanya kapan semua ini berakhir

Namun sesuatu tetap tumbuh di dalam gelap
Akar menemukan jalan di tanah yang retak
Semakin dalam luka menekan permukaan
Semakin kuat harapan mencengkeram kehidupan

Kini aku tak ingin menghapus semua luka
Biarlah bekasnya tinggal sebagai penanda
Aku pernah jatuh sedalam itu
Namun dari sana aku kembali tumbuh