Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kata Paling Tabu

[PUISI] Kata Paling Tabu
ilustrasi buku di gedung terbengkalai (Pexels.com/Dima Savin)

Barangkali... kitalah kata tabu
Meski terlarang bermukim di semesta
Namun bersikeras memajang metafora
Walau tak sedikitpun miliki makna

Namamulah penyebab segala cedera
Namun tak sekalipun tertuduh di cerita
Entah sebab jemari lupa susunan abjad
Atau hati ikut serta mengubah naskah

Tapi, tak sekalipun sesal tersiar
Sebab memori benarlah mahakarya
Meski seluruh candu buatku menggila
Hingga hati kehilangan identitas

Kini, berhentilah saja kuucap tabu
Tak izinkanmu mampir di panca indera
Aku lelah mengarang diksi
Cukup enyahlah, tak perlu berpaling lagi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction