Kau adalah doa yang tak pernah usai
Meski takdir belum jua memberi isyarat sampai
Namamu kusemogakan dalam sujud yang damai
Menjadi rumah bagi hati yang lelah terkulai
Andai semesta sudi membaca aksara
Kumpulan yang kutulis diam-diam di balik lara
Akan kau temukan namamu di sana
Sebagai akhir dari segala pencarian jiwa
Bukan gemintang yang kupinta dari angkasa
Bukan pula mahkota atau limpahan permata
Hanya kau yang tinggal saat dunia kehilangan warna
Menjadi teduh ketika hidup menjelma nestapa
![[PUISI] Kau yang Kusemogakan](https://image.idntimes.com/post/20260810/img_6529_39a12558-5251-4588-a49e-ef07461f0065.jpeg)