Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Kau yang Kusemogakan
siluet pasangan kekasih (magnific.com/senivpetro)
  • Puisi menggambarkan seseorang sebagai doa yang terus dipanjatkan, meski takdir belum memberikan kepastian.
  • Tokoh lirik menyimpan nama orang yang dicintai dalam tulisan dan sujud, sebagai tujuan pencarian jiwa.
  • Harapannya sederhana: kehadiran sosok tersebut menjadi rumah, keteduhan, dan penopang saat hidup terasa suram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kau adalah doa yang tak pernah usai
Meski takdir belum jua memberi isyarat sampai
Namamu kusemogakan dalam sujud yang damai
Menjadi rumah bagi hati yang lelah terkulai

Andai semesta sudi membaca aksara
Kumpulan yang kutulis diam-diam di balik lara
Akan kau temukan namamu di sana
Sebagai akhir dari segala pencarian jiwa

Bukan gemintang yang kupinta dari angkasa
Bukan pula mahkota atau limpahan permata
Hanya kau yang tinggal saat dunia kehilangan warna
Menjadi teduh ketika hidup menjelma nestapa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team