Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kegamangan Hati

[PUISI] Kegamangan Hati
ilustrasi kegamangan hati (pexels.com/Matej)

Di tepian senja yang redup meragu,
angin lirih menghela gita nan sendu.
Serupa bayang yang enggan berlalu,
hatiku karam di samudra ragu.

Duhai takdir, ke manakah aku?
Bersimpuh lesu di pelataran waktu.
Harap dan cemas berpilin erat,
bagai angin menderu di ladang gersang.

Adakah fajar sudi menyapa,
menyibak kelam yang membekuk jiwa?
Ataukah aku hanya noktah fana,
terhempas tak tentu, hilang makna jiwa. 

Tiada jawab, tiada suara,
hanya resah menggema lara.
Langit berbisik dalam gulita asa,
menanti rasa yang nyaris sirna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Patricia Elsa
EditorPatricia Elsa
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction