Di balik rusuk, ada rindu yang meradang tajam
Menikam sisa waras yang coba kupendam diam
Kau adalah luka yang tak pernah benar-benar padam
Hantu yang menari di sela ingatan yang suram
Duniaku kini seumpama dermaga yang karam
Dihantam ombak sesal yang datang berulang kejam
Suaramu memudar, perlahan-lahan mulai meredam
Meninggalkan aku dalam ruang hampa yang lebam
Tuhan, biarkan sejenak hatiku berhenti menghantam
Sebab, letihku menanggung kenangan yang kian menghitam
Kisah kita telah lama ditelan sunyi yang dalam
Namun, jiwaku masih tersesat dalam kelam malam silam
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Kelam Malam Silam
![[PUISI] Kelam Malam Silam](https://image.idntimes.com/post/20260225/pexels-mart-production-7279118_a7c8d109-4f0c-4c51-93d2-4d9bbae9fe27.jpg)
ilustrasi seseorang berada di suasana temaram (pexels.com/MART PRODUCTION)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us