Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kemarau Panjang

[PUISI] Kemarau Panjang
ilustrasi kemarau (pexels.com/Feyza Daştan)
Share Article

Langit retak tanpa awan berarak,

matahari membakar tanpa belas kasihan.

Tanah merekah, haus mendesak,

air menghilang di pelukan kering kerontang.

 

Daun-daun luruh tanpa harapan,

angin membawa debu dan kenangan.

Sawah meratap, sungai mengering,

rumput pun pasrah dalam kepiluan.

 

Anak kecil menatap langit nanar,

menanti hujan yang tak kunjung datang.

Sementara ibu berdoa di senja muram,

agar langit meneteskan kasih sayang.

 

Oh, kemarau panjang yang tak bertepi,

bawalah pesan rindu pada sang hujan.

Agar Bumi kembali bernyanyi,

menari di bawah rinai kelegaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan

Related Articles

See More

[PUISI] Dikelilingi oleh Diri

12 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Belajar Terbang

[PUISI] Belajar Terbang

08 Jun 2026, 22:07 WIBFiction